Si Popeye Suka Makan Bayam

"I AM JUST A LITTLE GIRL WHO NEVER STOP DREAMING"
Showing posts with label Song. Show all posts
Showing posts with label Song. Show all posts

November 10, 2015

MENCINTAIMU SAMPAI DETIK INI

Taukah kamu bahwa aku sedang memposisikan diriku sebagai seseorang yang memujamu dari ujung kaki sampai ujung kepala? Kamu memang gambaran yang sempurna yang mampu aku bayangkan sampai detik ini. Manis, berwibawa, memesona, pandai dan misterius. Singkatnya, aku tidak bisa menolak untuk mencintaimu. Aku selalu berharap kamu tau dan melihat bagaimana rasa yang kumiliki padamu. Namun nyatanya kamu menganggapku sama seperti perempuan lainnya yang memposisikanmu sebagai pengagum, bukan pecinta. Padahal kalau boleh jujur sedikit padamu, aku bukan sekedar fans yang hanya bersorak saat kamu gemilang. Aku penggemar nomor satumu yang mengagumimu karena apa adanya kamu.

Tahukah kamu rasanya menjadi seorang perempuan yang diam-diam memperhatikan seluruh sosial mediamu hanya untuk mengobati perih dan sakitnya rindu? Yang bisanya hanya berprasangka, hanya bisa mengira, hanya bisa menerka bagaimana perasaanmu padaku selama ini. Kamu tau tidak rasanya menjadi perempuan yang setiap hari kerjanya bertanya-tanya, kesana-kemari, mencari bayanganmu, sementara kamu melenggang seenaknya seakan kamu tidak melihat betapa aku memperhatikamu? Kamu tau bagaimana sesaknya menahan diri untuk tidak menghubungimu lebih dulu karena aku tau diri bahwa memang tidak pernah ada sesuatu diantara kita? Bagaimana capeknya menjadikan diri sebagai orang yang terus berharap meskipun tidak ada jaminan bahwa kamu akan melihatku suatu hari nanti, kamu tau rasanya?

Mungkin, kamu bertanya-tanya kenapa aku bisa dengan mudah jatuh cinta kepadamu. Bisa jadi ceritanya panjang kali lebar kali tinggi. Tapi cobalah duduk sebentar dan lihat mataku dalam-dalam. Aku memang sudah memperhatikanmu sejak lama, bertahun-tahun, meskipun aku tidak tau bagaimana kamu, bagaimana kehidupan sehari-harimu, latar belakangmu, siapa saja kekasih atau gebetanmu. Aku mencintaimu mungkin karena kamu tampan, mungkin karena kamu pandai, mungkin karena kamu gemilang, mungkin karena kamu tinggi. Semua itu hanya mungkin. Tapi yang aku tau pasti aku mencintaimu karena itu adalah kamu. Seandainya itu bukan kamu, pasti aku tidak akan menyukaimu. Meski kamu, sekali lagi, tidak akan pernah tau alasanku itu.

Sebenarnnya dadaku begitu sesak. Tapi tetap kutahan tangisku supaya tidak jatuh saat mereka selalu menyebut namamu di sekitarku. Namamu itu seperti candu bagiku, menyenangkan, memabukkan tetapi mematikan. Aku bergembira saat mendengar namamu disebut, tetapi aku juga tidak bisa menahan diriku tertusuk amarah yang sebenarnya tidak aku pahami. Karena sangat susah untukku meraba-raba hatiku sendiri dan hatimu. Apakah hatiku akan baik-baik saja atau malah teriris luka kalau aku mencintaimu.

Seandainya kamu tau, sakitnya bukanlah sakit yang paling sakit. Lebih dari itu. Adakah yang lebih menyakitkan daripada ditinggal orang yang paling kamu sayang? Tentu saja ada! Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang terus bertumbuh itu tidak pernah menyentuh dan menjamah. Saat aku dekat denganmu, tapi tidak bisa kuungkapkan perasaanku. Aku hanya perempuan yang gemar menunggu, selalu menunggu, berharap kamu datang dan tersenyum padaku. Terlalu tinggikah harapanku? Terlalu berdramakah aku? Terlalu membawa perasaan kah aku? Apa mungkin kamu terlalu tinggi untukku? Atau terlalu sempurna untuk ku miliki? Aku tidak tau.

Seandainya kamu sadar bahwa kamu selalu membuatku tersenyum ketika aku membayangkanmu. Kamu sering membuatku tertawa dalam hati saat aku mengingat tingkahmu. Dan kamu membuat jantungku berdebar saat kurangkai tatapan matamu dalam pikiranku. Tapi kamu, orang yang membuatku tertawa paling kencang adalah orang yang membuatku menangis paling kencang juga akhir-akhir ini. Aku jatuh cinta sendiri.

Aku senang menulis tentang kamu karena dalam tulisanku sosokmu bisa abadi.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
This is my private life, but I am glad to share it with you guys. If you are willing, let's hear the song together heheh..... It is a nice song.... Please check the link below ^.^

October 14, 2015

IRONI WAKTU DAN ORANG ITU

Ternyata sudah di ujung tahun ini. Serasa waktu terlalu cepat berlalu setelah aku sampai di titik sini. Hari ini akan segera berlalu seperti hari kemarin. Padahal aku mengharapkan sebaliknya.  Berulang kali ku ucapkan ingin membekukan waktu supaya aku bisa tetap di momen ini. Sadar bahwa waktu ini akan segera berlalu, hati ini serasa memberontak tidak setuju. Senang tetapi sedih. Karena aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah masa ini berlalu. Bukan tidak percaya masa depan, tetapi sangat susah untuk melepaskan masa kini.
Satu persatu dari orang-orang ini telah pergi menuju masa yang baru yang kelihatannya akan sangat berbeda dengan masa kini. Berjuang untuk mandiri, bertahan meski tanpa ada kami-kami lagi yang saling merangkul dan menuntun. Semuanya berawal dari nol kembali di tempat asing yang jauh berbeda dari tempat ini. Tempat yang mungkin setiap orang membesarkan egonya masing-masing, saling makan, saling terkam. Kalian sebut pengalaman baru, aku sebut proses yang baru.
Yang kupikirkan saat ini adalah bagaimana aku menjalani hari-hari ini dengan tidak sia-sia. Karena jika hari ini aku masih bisa berhaha-hihi dengan kumpulan orang ini, mungkin besok aku menangis dengan diriku sendiri. Waktu tidak bisa kugenggam, sehingga tiap-tiap orang ini akan segera hilang juga bersama dengan detik-detik sang waktu yang tidak pernah berhenti berputar. Setiap hal yang ada hari ini akan menjadi kenangan esok hari.
Bagi beberapa orang mungkin hari-hari ini sangat menjenuhkan. Aku juga merasa begitu. Yang berbeda adalah meski aku merasa jenuh tapi aku tetap semangat menjalani setiap momen yang terjadi hari-hari ini. Bahkan aku berharap tidak ada yang namanya libur. Inilah pertama kalinya aku agak membenci hari libur. Aku tau karena tidak banyak waktu lagi yang tersisa bersama orang-orang ini dan bersama orang itu. Ya, orang itu. Meski keadaan kami masih tetap sama tidak saling bicara. Aku menyapanya tentu saja, tapi orang itu diam saja karena aku hanya menyapanya dalam hati. Mungkin dia tidak dengar hati ku berteriak.
Yang kusyukuri adalah aku masih bisa mendengar suara orang itu hari-hari ini. Aku masih bisa melihat orang itu berlalu di depanku meski hanya punggungnnya saja yang terlihat oleh ekor mataku. Sekilas aku masih bisa melihat senyum orang itu mengembang meski aku tidak yakin apakah itu memang benar-benar senyuman atau bukan. Mungkin setelah hari-hari ini suara orang itu tidak akan terdengar sampai ke telngaku lagi. Mungkin juga senyum orang itu tak akan bisa terlihat oleh pandanganku lagi. Atau bahkan bayangan orang itu saja tidak akan pernah lagi tertangkap oleh sudut mataku. Kalau ingat hal itu, betapa aku bersyukur Tuhan masih memberikan hari ini kepadaku.
Mereka dan orang itu tidak tau betapa aku sangat bergembira hari-hari ini. Mereka dan orang itu juga tidak akan pernah tau kalau aku menyembunyikan kebiruanku dalam tawaku. Aku mencoba untuk tertawa bersama mereka dan menikmati setiap candaan bersama mereka. Tapi jika sepi itu datang lagi, tawa yang renyah di mulutku itu terasa hambar, dingin dan sendu. Tawa kah ini, atau sekedar suara haha-hihi palsu yang dimanipulasi oleh pita suaraku? Aku tidak tau.
Bagi orang itu mungkin aku hanya hembusan angin yang sekedar lewat kemudian hilang. Mungkin begitu. Aku sadar juga. Hanya saja aku masih beharap hembusan angin yang tidak seberapa ini sempat membuat orang itu merasa sejuk untuk sesaat. Meskipun bukan orang yang  menyenangkan, tapi bagiku orang itu adalah sesuatu semacam anugerah kecil yang bisa membuatku tersenyum meski hanya memikirkannya.
Ironi, anugerah kecil yang membuatku bersyukur sekaligus bersungut. Ironi, aku sangat menikmati hari-hari ini meskipun aku merasa sangat jenuh dan bosan. Ironi, masih memandang orang yang bisa membuat ku tersenyum dan menangis di saat yang bersamaan. Ironi, aku menyimpan rasa itu hingga sekarang meskipun sudah usang dan membusuk. Ironi, cerita ini ironis.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
So this is the old song from Tablo ft. Taeyang (Bigbang). I love this song. If you want to hear it, please check the link below.

August 04, 2015

LET’S NOT FALL IN LOVE

This is the translation of Let's Not Fall In Love (우리 사랑하지 말아요), the new single of Bigbang in MADE Series "E". I am in love with this song. This is one of my favorite songs of Bigbang (i.e. Haru Haru, Love Song, Fantastic Baby, Bang Bang Bang, We Like 2 Party, If You, etc).

They have a good taste in their lyrics. So do I, I have a good taste in a good song hahaha.... I have been loving them from the first time I knew them 7 years ago, and I am still in love with Bigbang now. Some people say that their image as the bad boys make them unworthy to become an idol. They are probably right. But for me, they are still my bias. I love their songs, I appreciate their works out of their personal life. We will never find the perfect person until we can see the imperfect person perfectly.

I have a good edvice for people who judge them bad: Everyone has a story left untold, so never judge someone as if you know their entire life story because the truth is, you probably don't. Your life is not necessarily better than theirs. If you like the song then listen to it, but if you don't so just ignore it. Just make it simple. :)

Okay then, for BIGBANG Oppas, I love you all, I love your works. I am your big fangirl and forever I am. ;)

I have the English lyrics, I don't know the Hangul version..... (Love, VIP).

Let's Not Fall In Love (우리 사랑하지 말아요)
By. BIGBANG

Let’s not fall in love, we don’t know each other very well yet
Actually, I’m a little scared, I’m sorry
Let’s not make promises, you never know when tomorrow comes
But I really mean it when I say I like you

Don’t ask me anything
I can’t give you an answer
We’re so happy as we are right now

Don’t try to have me
Let’s just stay like this
You’re making it more painful, why?

Goodbyes after our frequent meet-ups
Repetition of broken hearts
I can’t find a purpose in these foolish feelings
A mistake with the mask of love
All the feelings are the same now
But in this moment, I want you to stay

Let’s not fall in love, we don’t know each other very well yet
Actually, I’m a little scared, I’m sorry
Let’s not make promises, you never know when tomorrow comes
But I really mean it when I say I like you

Don’t smile at me
If I get attached to you, I’ll get sad
I’m afraid that pretty smile will turn into tears

Don’t try to trap us
In the word, love
Because it’s a greed that can’t be filled

At first, it was half excitement, half worries
But in the end, it became an obligation, trial and error
Day by day, I get nervous, your innocence is too much pressure on me
But tonight, I want you to stay

Don’t expect too much from me
I don’t wanna lose you either
Before things get too deep, before you get hurt
Don’t trust me

You’re always like that
Selfish bastard

Let’s not fall in love, we don’t know each other very well yet
Actually, I’m a little scared, I’m sorry
Let’s not make promises, you never know when tomorrow comes
But I really mean it when I say I like you
_________________________________________________________________________
This is the Music Video of Let's Not Fall In Love. If you love the song or just wanna try to hear it, please check the link below. If you don't like (or maybe you are haters) just skip it. :) Just kidding.
Please enjoy it.
https://www.youtube.com/watch?v=pN3qHbwfcrE&feature=share

July 26, 2015

PEREMPUAN KACA DAN LAKI-LAKI MAYA

Sebuah pertemuan singkat yang bisa merubah suasana hati secara mendadak. Meski tanpa sapa dan tanpa bicara. Cukup puas bagiku melihatmu ada di sebelah sana. Ah…. Menyenangkan sekali meskipun hanya beberapa saat. Serasa ada ratusan kupu-kupu beterbangan dalam hati. Menggelitik sekaligus asik. Si perempuan kaca kembali terpesona dengan keindahan laki-laki maya dalam pantulan cerminnya sendiri.

Wah, relativitas waktu bekerja secara nyata saat aku melihatmu hari ini. Aku makhluk fana merasakan kekekalan sesaat ketika ada dirimu disekitarku. Entah bagaimana logikaku berjalan, sungguh aku tidak bisa menutupi kegiranganku. Bahkan mungkin kamu sudah bosan dengan tingkahku, tapi inilah aku yang tergila-gila padamu.

Seandainya saja hidup tidak berevolusi, seandainya saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil, seandainya saja waktu mampu berhenti di satu titik, maka tanpa ragu aku akan memilih satu detik bersamamu untuk diabadikan. Cukup satu detik. Hanya satu detik, untuk mengendapkan kenangan-kenangan itu dan menjadikannya prasasti yang cukup pantas untuk dikenang.

Memang benar, aku bukan orang yang pandai merangkai kata. Apalagi seperti pujangga yang pandai melukiskan keindahan ke dalam bait-bait prosa. Yang kubisa hanya diam. Namun dalam diamku, aku mendengar banyak sekali suara. Diamku berkata-kata. Menceritakan tentang wajahmu, matamu, senyummu dan bahkan cara jalanmu yang hening seperti angin semilir. Aku diam bukan karena aku tidak ingin berbicara denganmu, tapi aku menyapamu dalam hatiku.

Aku tetap menginginkamu, tapi tidak lagi dengan keserakahanku. Karena lebih baik memandangmu dari jauh sebagai karya yang maha agung. Lebih indah. Lebih mewah. Meski tidak begitu memuaskan hati ini. Aku cukup tahu diri untuk menyadari bahwa aku pasti akan berhenti dengan semua ini pada satu titik suatu saat nanti. Maka, sebelum semua layak untuk dilupakan, akan lebih baik aku menceritakannya. Tentang perempuan kaca dan laki-laki maya yang sudah terputus tali penghubungnya. Supaya ketika aku lelah suatu hari nanti, aku bisa berhenti dan menoleh kembali bahwa pernah ada cerita tentang kita yang meniti jalan berbeda.

Ada dunia di sekelilingku. Ada kamu di sekitarku. Namun, aku mendamba rasa sendiri itu. Yah, semua hanya obsesi pribadiku.

_____________________________________________________________________________ .
NB: There is a song that I love. Actually two songs, but I'm not sure about the Korean song's meaning. I just love the video and of course it has a beautiful voice.... Just enjoy it. :D Happy Listening.....
https://www.youtube.com/watch?v=76WzNEkJvuA (Lilo&Stitch "Can't Help Falling In Love With You")
https://www.youtube.com/watch?v=RCYAncxTvfI (Davichi "Move Out")

July 17, 2015

IF YOU

Freak banget sih tu cewek. Malu-maluin aja,” gerutu Reza pada seorang cewek yang duduk di seberang bangkunya.

“Kenapa sih lu, Bro? Segitunya banget. Lagian kalo diperhatikan dia manis juga tau,” sahut Romi, salah satu temennya yang duduk sama dia. Jadi mereka itu punya band yang namanya ‘The Unknown’, suka manggung di kafe-kafe gitu. Lumayan elit lah. Kadang-kadang juga manggung di acara kampus.

Annoying aja gitu,” jawab Reza sambil memutar matanya.

“Hati-hati lho, dari benci ntar jadi suka,” sahut Johan, teman Reza yang lainnya.

Mereka lagi ngomongin cewek yang ngefans berat sama band mereka, terutama vokalisnya yang nggak lain adalah si Reza. Kata Reza cewek itu freak banget. Suka sih wajar aja, tapi kalo ketemu cewek itu bawaannya ada suasana horror yang tiba-tiba mencekam sekelilingnya. Lebay. Nama cewek itu Siska, mahasiswa fakultas seni. Beberapa kali Siska membuat karikatur dan lukisan Reza. Gara-gara hal itu lah beredar rumor kalo si Siska itu naksir berat sama si Reza. Secara Reza lumayan terkenal juga di kampus, semua orang jadi tau kalo dia punya fans berat dari fakultas seni. Itu yang bikin Reza nggak suka, soalnya dia nggak tertarik sama cewek aneh itu.

Suatu hari ada event kampus dimana band The Unknown tampil menjadi salah satu guest star-nya. Bisa ditebak Siska juga ikut datang ke acara itu. Tapi kali ini dia lebih memilih bangku penonton yang jauh dari panggung.

“Siska, ayo kita ke depan aja. Nggak kelihatan orangnya kalo disini,” ajak Anna temen dekatnya.

“Nggak ah. Disini aja. Lagian kan kelihatan juga dari big screen tuh,” jawab Siska pelang sambil nunjuk screen yang ada disisi kiri dan kanan panggung. Screen-nya memang lumayan gedhe, mungkin bulu hidungnya si MC pun bakal kelihatan kalo di-zoom in haha….

“Udah nggak ngefans lagi lu sama mereka? Tumben banget, biasanya juga milih di tempat paling mencolok biar bisa dilihat sama Reza?”

“Ah, males aja gue kedepan. Panas banget gini. Lagian kayaknya Reza nggak suka deh kalo aku deket-deket dia. Yah, daripada bikin dia ilfeel mendingan gue aja yang ngasih jarak. Udah puas gue lihat dia dari screen doang hehe,” jawab Siska lalu tertawa terkekeh.

“Akhirnya setelah hampir empat tahun loe buang juga si Reza haha. Ya udah deh, kalo gitu gue aja yang ke depan. Loe serius nggak mau ikut?”

“Nggak. Udah sana deh, keburu penuh bangku depan,” kata Siska memersilahkan.

Hampir satu jam nunggu akhirnya giliran The Unknown muncul juga. Hati Siska masih bergetar menyaksikan penampilan mereka. Memang selalu begitu dari sejak pertama kali dia melihat penampilan The Unknown di salah satu kafe yang pernah dia kunjungi. Hanya saja ada sedikit penyesalan dia nggak bisa deket-deket lagi sama mereka. Siska mendengar dari beberapa orang kalo kehadirannya mengganggu Reza banget. Cowok itu nggak suka kalo diejekin sama Siska. Alhasil si Siska mengundurkan diri lah.

Setelah acara selesai Siska dan Anna pergi makan siang di kafetaria kampus. Mereka memesan es teh dan nasi rames seperti biasa. Anak kos kalo tanggal-tangal tengah begini memang duitnya cuma cukup buat makan beginian.

“Sis, loe kenapa sih akhir-akhir ini agak aneh kalo ketemu The Unknown? Ada masalah?” tanya Anna masih penasaran dengan perubahan sikap Siska yang tiba-tiba.

“Tau aja loe kalo gue sumber masalah. Gue mah gitu orangnya,” ujar Siska sekenanya.

“Serius nih. Loe orangnya bercandaan mulu gitu sih. Kalo ada masalah bilang dong, kayak sama siapa aja loe sama gue.”

“Logika lah, gimana bisa ada masalah sama mereka kalo gue aja nggak deket-deket amat sama sekumpulan orang-orang itu? Gue nggak ada masalah. Cuma memang nggak nyaman aja sekarang kalo terlalu deket sama mereka.”

“Ya udah deh kalo gitu. Tapi kayaknya loe menjauh gara-gara ada omongan orang yang baru-baru ini beredar deh kalo Reza nggak suka dimata-matain sama loe.”

“Nah, itu tau. Ngapain tanya!” jawab Siska dengan jengkel. “Kalo memang beneran gitu ya mendingan gue nggak usah deket-deket dia dari dulu. Emang kelihatan banget ya kalo gue terlalu memperhatikan dia?” tanya Siska tiba-tiba nadanya berubah menjadi memelas.

“Wah, nggak usah nangis juga kali. Kayak cuma dia aja cowok di kampus sini. Move on lah. Lagian loe keliatan banget sih kalo suka sama orang. Pelajaran tuh lain kali,” kata Anna mencoba menenangkan Siska.

Beberapa bulan terakhir Siska nggak kelihatan di sekitar The Unknown lagi. mungkin dia beneran patah hati atau gimana. Kayaknya dia nggak pengen lihat lagi orang-orang The Unknown terutama vokalisnya. Yang aneh si Reza malah agak kepikiran kok si freak Siska nggak kelihatan nongol di depan mereka. Reza merasa free sih, tapi kayak ada yang nggak biasanya.

Hari Rabu jam makan siang, Reza dkk memutuskan untuk makan siang di kafe sebelah kampus yang biasa mereka nampil disana. Soalnya udah kenal sama manajernya, jadi biasa dikasih harga special. Pas udah sampe ternyata Siska lagi ngopi disana juga. Reza agak terkejut ketemu sama Siska disini. Sebenarnya Reza mau menyapa, cuma gengsi aja kalo dilihat sama temn-temennya, ntar dikira suka juga sama si freak itu.

Akhirnya Reza melewatinya begitu aja. mereka duduk di ujung kafe dekat jendela. Reza sengaja memilihkan tempat itu supaya dia bisa sesekali melirik Siska yang lagi coret-coret bikin sketsa di ujung kafe yang lainnya. Kayaknya dia belum sadar kalo Reza dkk datang di kafe itu juga.

“Wei, lu kenapa, Bro? Diajakin ngobrol malah bengong aja. Kurang lucu ya gue ngebanyol?” tanya Romi.

“Eh, gimana? Sorry, gue lagi blank,” respon Reza gelagapan.

“Halah, tau deh gue lu lagi ngeliatin siapa. Tuh cewek yang lu bilang freak kan? Haha udah melihat sisi lain dari ke-freak-annya?” ejek Johan yang sedari tadi sudah menyadari arah pandangan Reza.

“Apaan sih lu. Gue aja baru liat dia duduk di sana kok,” gerutu Reza dengan sebal.

Rupaya suara Reza terlalu jelas terdengar oleh Siska. Dia yang baru menyadari anak-anak The Unknown juga makan siang disana, akhirnya dengan buru-buru dia merapikan semua peralatannya dan mencoba setenang mungkin pergi keluar kafe. Reza yang melihat hal itu, menjadi aneh karena nggak biasanya Siska kayak gitu. Jangan-jangan Siska udah nggak tertarik lagi sama dia. Banyak pertanyaan yang muncul di otaknya sekarang.

“Haha menyesal kan lu berkurang fans lu,” ejek Romi lagi.

“Apaan sih? Emangnya cuma dia fans gue?” jawab Reza jengkel.

“Gue? Iya deh elu. Yang sabar yah….” ujar Johan lagi-lagi ikut mengejek yang hanya ditanggapi lirikan sinis oleh Reza.

“Eh, gue jadi punya ide buat bikin lagu nih! Judulnya ‘kembalilah’. Jadi ceritanya tentang penyesalan seorang cowok yang menyesal telah mengabaikan cewek yang menyukainya. Dia merasa kehilangan cewek itu setelah dia menyadari bahwa cewek itu pergi gara-gara selama mereka dekat, si cowok nggak pernah memerlakukan istimewa perasaan si cewek. Gimana?” kata Romi menjelaskan panjang lebar imajinasinya.

“Ah, itu sih kamu ngikutin single-nya Bigbang yang If You. Dasar penjiplak,” gurau Johan.

Sementara kedua temannya asik bergurau, Reza masih kepikiran dengan sikap aneh Siska. Apa yang salah dengan dia? Atau malah ada yang aneh dengan Reza sendiri? Reza masih belum percaya, pikirnya mungkin Siska memang freak, jadi semua yang dia lakukan adalah hal-hal yang freak juga. Wajar aja.

Bulan-bulan berikutnya Siska bener-bener seperti nggak kenal sama The Unknown. Kalo pun sempat ketemu dijalan, dia hanya say hello lalu langsung pergi gitu aja. Nggak ada lagi gosip-gosip aneh yang bilang kalo cewek fakultas seni ngejar-ngejar vokalisnya The Unknown. Siska sendiri mulai belajar melupakan The Unknown, terutama si Reza. Makanya dia nggak mau menunjukkan diri di depan mereka secara sengaja, kalo bisa pun malah nggak usah ketemu lagi biar nggak aneh begini suasananya. Mereka jadi kelihatan kayak musuhan, padahal nggak ada perang apapun. Akhir-akhir ini Siska lebih menyukai boy band Korea-Korea gitu. Alasan aja supaya dia cepet lupa sama lagu-lagu The Unknown, meski kadang-kadang masih sempet ternyanyikan secara nggak sengaja juga.

Suatu siang seusai kuliah, Siska cepat-cepat keluar dari kampus karena ada proyek yang harus dia kerjakan siang itu juga. Di tangannya penuh dengan setumpuk berkas-berkas contoh desain yang akan dia presentasikan. Siska harus ketemu salah satu manajer dari suatu kafe yang memintanya untuk membuat ilustrasi-ilustrasi desain di kafenya. Jadi Siska bener-bener terburu-buru siang itu, udah nggak sempet lagi makan siang pikirnya.

Sampai di persimpangan jalan tiba-tiba ada kecelakaan yang terjadi. Seketika tubuh Siska gemetaran. Rasanya petir menyambar dirinya di siang bolong. Dia berteriak sekencang-kencangnya saat melihat tubuh cowok yang tergeletak bersimbah darah di depan matanya. Tanpa berpikir panjang dia melemparkan berkas-berkas yang ada di tangannya dan berlari menuju ke arah cowok itu. Siska nggak peduli lalu lalang kendaraan dan bunyi klakson-klakson di sekitarnya. Dia menerjang keramaian jalan untuk menjangkau cowok itu dengan susah payah. Reza! Tubuhnya tidak bergerak terkapar di tengah jalan. Orang-orang hanya berteriak melihat kejadian itu.

Siska memastikan keadaan Reza sambil menangis tersedu-sedu. Reza nggak sadarkan diri, tapi jantungnya masih berdetak lemah. Semua orang yang ada di sana hanya melihat tanpa ada yang berani menyentuh cowok itu. Karena mereka pikir dia pasti sudah mati. Tapi Siska mencoba melakukan pertolongan pertama pada cowok itu sambil terus memanggil-manggil namanya. Belum ada respon. Akhirnya dia melakukan CPR tanpa berpikir tentang sekelilingnya. Yang dia pikirkan hanya bagaimana  Reza bisa kembali sadar.

Usahanya sedikit berhasil. Tiba-tiba Reza terbatuk-batuk meskipun dia belum membuka matanya. Nafasnya kembali. Dengan lemas Siska melepaskan pelukannya dari cowok itu. Ketika tubuhnya sendiri masih gemetaran, dia meminta seseorang yang ada di dekatnya untuk segera menelpon ambulans. Dia sendiri sebenarnya sangat ingin datang dan memastikan bahwa Reza akan baik-baik saja. Tapi tidak ada rasa percaya diri untuk menunjukkan mukanya di depan cowok yang dia sukai itu.

Orang-orang segera membawa Reza ke rumah sakit segera setelah ambulans datang. Siska hanya memandangi ambulans itu pergi menerjang keramaian. Dia hanya berharap Reza akan baik-baik saja.

Setelah beberapa hari Reza dirawat di rumah sakit, akhirnya dia sadar juga. Dia tidak ingat sama sekali apa  yang terjadi pada dirinya. Dia hanya ingat kalau dia sedang menyeberang jalan sebelum akhirnya ada sebuah mobil box yang melaju kencang kearahnya. Dia bertanya bagaimana dia masih bisa hidup.

“Cewek yang suka sama lu itu yang nyelametin lu, Bro,” jawab Romi sambil mengupas buah apel di tangannya.

“Maksudnya?” tanya Reza masih belum paham

“Siska,” jawab Romi berhenti sejenak menatap temannya yang masih terbaring lemah itu. “Dia melakukan pertolongan pertama buat lu yang nggak kepikir sama kami. Bahkan mungkin orang-orang di skitar yang ada di TKP pun belum tentu bisa ngelakuinnya. Keren banget deh pokoknya, Bro. Lu harus berterimakasih banget sama dia.”

“Oh ya? Masak sih? Gimana dia nyalemtin gue?” tanya Reza masih penasaran.

CPR. Lu tau kan?” ujar Romi hati-hati.

What?!” seru Reza kaget banget.

“Santai, Bro. Lu masih dalam perawatan intensif nih. Jangan banyak gerak,” tegur Romi menenangkan Reza, dia udah tau reaksinya bakal kayak gitu. “Kalo nggak gara-gara dia ngelakuin CPR sama lu, udah deh nggak tau lagi lu masih ada disini atau nggak. Dia kelihatan paling panik lho pas kejadian itu.”

“Masak sih?”

“Sampe dia nggak memperhatikan banyak kendaraan yang lewat depan dia, yang dia lihat cuma lu. Denger-denger juga gara-gara nolongin lu siang itu, proyeknya gagal total. Kasian banget deh tu cewek,” sambung Romi mengingat kejadian yang masih terasa ngeri di benaknya itu.

Reza jadi mikir, bener juga kalo nggak karena Siska itu pasti dia udah mati mungkin. Tapi masalahnya Reza nggak suka sama cewek itu. Bukan karena dia nggak tertarik, tapi baginya Siska itu freak banget. Terlalu jelas banget kalo Siska suka sama Reza. Dan hal itu bener-bener mengganggunya. Terus ini dia ngelakuin CPR? Oh my God! Harus gimana?

Akhirnya setelah sembuh dari pemulihannya dari rumah sakit, Reza memutuskan menemui si cewek freak yang udah nyelametin hidupnya itu. Dia menemukan Siska di perustakaan lagi asik baca buku.

“Siska,” sapa Reza canggung.

Mereka terdiam sejenak berpandangan. Reza merasa aneh menyapa duluan si Siska yang selama ini dia anggap sebagai the most annoying person. Sedangkan Siska terkejut dan bingung bagaimana cara menghindari Reza yang tiba-tiba ada di depannya. Nggak lucu kan kalo dia tiba-tiba lari gitu aja.

Sorry, waktu itu kamu yang nyelametin aku ya?” kata Reza grogi.

Siska Cuma diam aja, nggak tau mau gimana. Mau jawab atau nggak, mau lari atau diam aja kayak gitu.

“Hey, aku makasih banget udah nyelametin aku,” ucap Reza yang tiba-tiba merasa aneh ketika menyebut dirinya sendiri ‘aku’. “Tapi masalah CPR itu, aku sedikit terganggu. Gimana ya, maksudnya.... Aku makasih banget masih hidup begini, tapi kamu lupain aja masalah CPR itu.”

“Lalu?” ujar Siska sedikit terkejut dengan perkataan Reza yng segitunya.

“Lalu? Lalu.... Ya lupain aja,” kata Reza semakin salah tingkah. Karena dia sadar kalau dia salah ngomong. Nggak seharusnya dia bilang begitu. Tapi ya sudah lah, udah terlanjur juga.

Straight to the point aja deh. Kamu merasa rugi aku kasih CPR sama kamu?”

Reza terkejut dengan ucapan Siska. Dia hampir aja tersedak mendengarnya. Aduh! Beneran salah ngomong deh. Reza nggak bisa menjawab sepatah katapun.

“Lalu mau kamu apa? Kamu mau aku kembaliin nafas buatan yang aku kasih ke kamu itu lagi? Kamu mau ciuman sekali lagi?” tantang Siska sedikit tersinggung.

“Apa?” kata Reza semakin terkejut dan semakin canggung dibuatnya.

“Hey, Kawan. Bukan cuma kamu yang rugi. Aku juga rugi udah kasih kamu CPR. Tanpa kamu minta pun aku udah lupain masalah-masalah CPR itu. Lagi pula, sepertinya kamu yang berniat nggak mau ngelupain masalah CPR itu,” ujar Siska lagi tanpa segan-segan.

Dia terpaksa mengungkapkan kekesalan hatinya yang selama ini dia simpan sendiri. sekali lagi Reza menjadi kebingungan sendiri dengan perkataan Siska. Anehnya dia nggak merasa marah atau kecewa mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Siska. Dia malah merasa menyesal dengan semuanya.

“Maaf kalo selama ini aku udah mengganggu kamu. Tapi aku janji cukup sampai hari ini aja aku kenal sama kamu. Selanjutnya aku akan menganggap kalo aku nggak pernah kenal sama kamu. Dan maaf soal CPR itu,” kata Siska langsung pergi.

“Siska! Nggak begitu maksudku!” seru Reza sehingga semua orang menoleh ke arahnya dan menyuruhnya menjaga suara di ruang perustakaan.

Sampe di rumah Reza marah-marah sendiri. karena dia nggak tau harus ngapain lagi. Dia merasa kalo apa yang dikatakan Siska itu bener juga, tapi sebagai cowok dia nggak mau ngalah gitu aja. Tapi dia jadi kepikiran kalo Siska beneran bakalan ga kenal sama dia lagi. Bikin bad mood banget!

“Kenapa lu, Bro?” tanya Johan.

“Gila, tengil banget cewek itu tau!”

“Cewek? Maksud lu Siska?”

“Ya itulah. Masak dia bilang gue nggak berniat neglupain masalah CPR itu sih?! Songong banget deh. Baru kali ini ada cewek ngomong gitu sama gue.”

“Tapi kayaknya iya deh....” ujar Johan sambil lalu.

“Maksud lu apa?!”

“Lagian, ngapain juga lu datang ke dia ngungkit-ngungkit masalah CPR. Cukup bilang makasih aja beres. Kalo lu ngungkit-ungkit masalah CPR ya jelas kelihatan banget lu nggak bisa lupain ciuman cewek itu tau! Jangan-jangan kamu mulai suka nih sama dia?”

“Apaan sih?!” Reza jadi bingung sendiri.

“Bro, jangan nyesel aja kalo tiba-tiba Siska pergi gitu aja dari lu. Nggak usah gengsi suka sama cewek freak. Lu juga freak kok orangnya,” kata Romi dari belakang menepuk punggung Reza yang diikuti anggukan oleh Johan tanda setuju.

Lalu??

---END---

NB: Sebenernya judul sama isi nggak nyambung heheh.... Gue cuma terinspirasi sama IF YOU, single terbarunya Bigbang aja hahah.... Mianhaeyooo.... :D 
Please check the link below to hear the song>>>
https://www.youtube.com/watch?v=p84KzuffsC8

June 20, 2014

LA SONG by. Rain

I don't know exactly what the mean of this video haha.... I'm just excited by the music.... it is just like a Javanese music actually haha.... the first time I found this video I thought that it was spelled as L.A. SONG. but I was wrong! just La Song!
just enjoy the music.




March 28, 2014

BILANG CINTA ITU TIDAK MUDAH

Do not think that saying i love you is easy to do. In many cases a lot of us are difficult to express the love to someone we love.
So pity for all those who like it, right hehehe
Usually such people can only look from a distance of someone they like without daring to draw near wkwkwkwkwk
When he come closer we cannot saying a single word.
it becomes to pretense to be stoic and sculpting for a moment. hahahaha
Correct or correct?
After the man away, eventually feeling regret.
As a secret admirer is so hard to do, just a satisfied to smile when seeing his devotion from a far without daring to say hello first wakakakakak.....
For those of you who like that, maybe this video could be the one of your love story soundtrack hahahahaha.....

happy listening!  :)



This is the attachment of the song:

BILANG CINTA
Song by. Gamaliel Tapiheru, Audrey Tapiheru & Cantika Abigail
(G.A.C)

Bilang cinta itu tidak mudah
Sekarang atau tidak, g-a-c
Untuk bilang cinta padamu ku berlatih seharian
Yeah one two three you ready troop sing it a

Habiskan waktu lihat diriku di kaca
Melatih untaian kata demi kata
Mana yang tepat, mana yang membuat
Kau yakin 100 persen menerima cinta

Kamulah cinta pertama (pertama)
Sudah terpendam lama
Sekarangkah ataukah tidak sama sekali
Harus berani, berani yeee

Bilang cinta itu tidak mudah
Ku malu teramat malu
Untuk bilang cinta padamu
Ku berlatih seharian

Bilang cinta itu tidak mudah
Ku malu teramat malu
Untuk bilang cinta padamu
Ku berlatih seharian

Habiskan waktu lihat diriku di kaca
Melatih untaian kata demi kata
Mana yang tepat, mana yang membuat
Kau yakin 100 persen menerima cinta

Kamulah cinta pertama (pertama)
Sudah terpendam lama
Sekarangkah ataukah tidak sama sekali
Harus berani, berani yeee

Bilang cinta itu tidak mudah
Ku malu teramat malu
Untuk bilang cinta padamu
Ku berlatih seharian

[rap]
Ini tidak mudah, takkan pernah jadi mudah
Sampai kapanpun kau tunggu takkan menjadi mudah
So why you waste your time and doing nothing
You’d better try because i’m .. right now

Kan ku katakan cinta, kan ku katakan cinta
Kan ku coba, ku pasti bisa

Bilang cinta itu tidak mudah
Ku malu teramat malu
Untuk bilang cinta padamu
Ku berlatih seharian

Bilang cinta itu tidak mudah
Ku malu teramat malu
Untuk bilang cinta padamu
Ku berlatih seharian






January 15, 2014

There's A Place For Us-Kelly Clarkson

Really love this music. Just searching for the video now. Hope that you'll like it too.....

There's a place out there for us
More than just a prayer or anything we ever dreamed of.
So if you feel like giving up
Cause you don't fit in down here
Fear is crashing in close your eyes and take my hand.

We can be the kings and queens of anything if we believe.
It's written in the stars that shine above
A world where you and I belong
Where faith and love will keep us strong
Exactly who we are is just enough
Yes there's a place for us there's a place for us.

When the water meets the sky
Where your heart is free and hope comes back to life
Where these broken hands are whole again
We will find what we've been waiting for
We were made for so much more

We can be the kings and queens of anything if we believe.
It's written in the stars that shine above
A world where you and I belong
Where faith and love will keep us strong
Exactly who we are is just enough
Yes there's a place for us
Now there's a place for us

So hold on now hold on
There's a place for us

We can be the kings and queens of anything if we believe.
It's written in the stars that shine above
A world where you and I belong
Where faith and love will keep us strong

Exactly who we are is just enough

Exactly who we are is just enough
There's a place for us

November 30, 2013

IS IT WRONG TO HAVE A RELATIONSHIP WITH SOMEONE??



Minggu-minggu ini gue lagi mikirin satu lagu worship yang touch banget ke hati gue. Beautiful  Savior judulnya. Pas gue mikirin lagu ini, gue lagi dapat satu proses tentang hati. Ga usah gue critain kronologinya lah ya….. Yang jelas lagu ini mengingatakan tentang satu hal, kalo terkadang kita memalingkan muka dari Bapa untuk lebih mencurahkan perhatian ke hal-hal lain yang menurut kita lebih “menarik”. For example about money, your family or your relationship.

Salah satu kasus yang sering terjadi adalah soal relationship. Kalo gue tanya is it wrong to have a relationship with a guy?? You know the answer lah. Lagian kan ga ada juga orang yang disalahkan karena menjalin hubungan dengan seseorang yang mereka suka. Menjalin hubungan dengan lawan jenis memang tidak salah. So, the question is….. Apakah hatimu tetap sama terhadap Tuhan dan pelayananmu jika kamu menjalin hubungan dengan seseorang yang kamu “kasihi”? Apakah kamu bsa menjamin hatimu untuk Tuhan tidak akan terbagi?

Dalam pikiran kalian pasti bertanya, kalo gitu ga boleh donk orang punya pacar?? Bukannya ga boleh, hanya saja siapkah hatimu untuk menduakan pacarmu bagi Tuhan? Kalo malam minggu biasanya yang pacaran pergi dating. Eh, padahal hari sabtu malam itu waktunya bagi pemuda gereja untuk ibadah youth. Nah disinilah time to make a decision. Manakah yang lebih berharga bagimu, waktumu untuk Tuhan atau waktumu bagi pacarmu? Saat pacarmu ulang tahun dan kalian berencana hang out bareng, tiba-tiba ada tugas pelayanan ke luar kota. Manakah yag akan loe utamakan? Teori sih gampang kan…. Prakteknya silahkan dijawab sendiri. Logikanya aja lah, kita cenderung ga akan bisa berdoa karena dalam pikiran kita cuma ada bayangan si dia aja. Ngaku aja deh. Hahahaha…… gue ga nge-judge siapa-siapa ya, itu menurut kesaksian gue sendiri sih hehe…. Bahan kalo boleh dibilang nih gue ga perlu nunggu foto terbaru dari dia untuk gue gambar. Karena gue udah bisa gambar muka dia dalam ingatan gue. Ngeri gak tuh. Duduk berjam-jam ngegambar muka dia bisa tahan sampe lebaran monyet. Tapi giliran disuruh doa dan baca Firman satu jam aja susahnya minta ampun. Dan itu memang harus minta ampun. Statement dari senior gue yang keren adalah “Loe mau dibina atau dibinasakan?” ahahhahaha…. Lucu kedengarannya kan. Tapi serius itu lho…. Karena Tuhan itu adalah Tuhan yang cemburu. Kasih-Nya itu api yang menghangatkan bisa juga membinasakan. Jadi pilih sendiri yang mana.

Suka sama orang itu sah-sah aja. Tapi tau batas juga lah…. Tapi kalo hati loe belum bisa menomorsekiankan pacarmu mendingan ga usah dulu deh. Loe bakalan mikir klo semua itu adalah milik loe seorang, loe bakalan takut kehilangan waktumu, pacarmu dan “cinta”mu. Padahal semakin loe takut keilangan maka hal itu lah yang akan diambil darimu. Jadi daripada nanggung resiko mendingan kan ga usah…. (brilliant). Mendingan bayangin aja kalo sekarang Tuhan lagi berdiri di depanmu sambil membawa karung berisi belahan jiwa loe yang sesungguhnya. Dan pada waktunya nanti Dia akan memberikan yang sepadan dan yang terbaik buat loe. Cuma tinggal tunggu waktu aja... Aseeeekkk… hahahahha.

Tentang lagu Beautiful Savior tadi, kalo menurut gue lagu ini adalah lagu yang indah. Bukan Cuma karena liriknya yang indah tapi juga artinya yang indah. Bapa lah satu-satunya pribadi yang indah. Karena keindahan-Nya bukan keindahan yang sementara, tapi keindahan yang sejati, kekal dan penuh kemuliaan. Orang di dunia aja ngejar kemuliaan kok, ntah itu posisi, jabatan dan lain sebagainya. Masak kita ga mau ngejar kemuliaan yang ga akan pernah usang?? And the best thing that you have to know is A RELATIONSHIP WITH GOD IS THE BEST RELATIONSHIP YOU CAN HAVE! because He gave His son to die on the cross for you.... He can fill you with His love and glory if you are willing.

So let's check the song out and find out your mind :

Jesus beautiful Savior
God of majesty, Risen King
Lamb of God
Holy and righteous
Blessed redeemer, bright morning star

All the heaven shout Your praise
All creation bow to worship You

How wonderful, How beautiful
Name above every name
Exalted high
How wonderful, How beautiful
Jesus Your name, name above every name
Jesus

I will sing forever
Jesus I love You,
Jesus I love You